Jawaban dalam mimpi

Berawal dari pertemuan saya dengan salah satu teman seperjuangan ketika merantau ke ibukota pada tahun 2005. Kala itu di malam yang hening di pemukiman kontrakan yang kumuh sambil tiduran di loteng dan beralaskan kasur palembang kita sempet bercerita tentang cita-cita kita. Lebih dulu temen saya bercerita bahwa dirinya ingin bekerja di perusahaan ASTRA agar perekonomian keluarganya semakin mapan. Memang benar, bekerja di perusahaan ASTRA waktu itu gaji dan tunjanganya besar, bahkan sampai berlipat-lipat daripada perusahaan biasa. Sedangkan saya berkata bahwa sejujurnya saya tidak mempunyai jiwa babu/ kuli pabrik ( baca : karyawan ) meskipun gajinya besar,tapi saya ingin menjadi pebisnis ( meski saya belum tau bisnis apa yang bisa saya geluti )
Waktu terus berjalan, singkat cerita tiba-tiba saya jatuh sakit dan akhirnya di opname di salah satu rumah sakit di kota Karawang. Saya masuk kerja seperti biasa setelah selama satu bulan absen karena diharuskan istirahat total di rumah. Selang beberapa waktu saya dikejutkan dengan selembar kertas pengumuman yang berisikan daftar karyawan yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang, celakanya nama saya tercantum di dafatar itu. Saya sempet menanyakan kepada atasan mengenai hal tersebut, beliau mengatakan " maaf gus, saya tidak bisa membantu kamu lebih karena absen kamu terlalu banyak dan biaya rumah sakit yang dikeluarkan perusahaan ketika kamu sakit juga tinggi". Akhirnya dengan rasa kecewa serta kepala menunduk saya mengetakan " iya pak, saya paham"

Sampai rumah saya terus merenungi kejadian tersebut. Apakah memang saya tidak diperkenankan oleh Tuhan untuk menjadi kuli pabrik? Jika iya, lalu kenapa saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang pengusaha atau pebisnis? Sambil memikirkan usaha atau bisnis apa yang sesuai dengan saya, iseng-iseng saya melamar kerja di perusahaan kecil. Peraturan pun sama yaitu hanya di kontrak kerja beberapa tahun saja, kemudian saya melamar di tempat kerja yang lain dan habis kontrak lagi begitu seterusnya sampai tidak terasa umur saya sudah 25 tahun. Di umur tersebut saya masih mengalami kebuntuan pikiran ingin menjalankan usaha atau bisnis apa yang sesuuai.

Ketika saya pulang kampung libur tahun baru 2011 kemarin secara tidak sengaja saya bertemu dengan teman saya di suatu daerah di kota Cepu. Saya sangat kagum sekaligus kaget meliha penampilanya. Benarkah kamu teman saya 5 tahun yang lalu ketika kita sama-sama mengadu nasib di ibukota?? Apakah kamu masih bekerja di tempat itu?Dia menjawab " iya.. saya temanmu, dan saya masih kerja di tempat itu Alhamdulillah sudah menjadi karyawan tetap. " Sungguh tak kuduga, teman saya yang dulu alakadarnya telah menjelma menjadi teman dengan pakaian necis dan aksesoris yang eksotis serta kendaraan yang keren abis. Selamat temanku, kamu sukses dengan apa yang kamu cita-citakan dulu...

Sampe detik inipun saya merasa gak percaya dengan ini semua. Kenapa hidupku tidak berubah lebih baik? Kenapa cita-citaku belum tercapai? apakah karena saya mempunyai rasa iri terhadap dia? ataukah saya terlanjur frustasi dengan kegagalan yang saya dapatkan, gagal karena saya selalu bingung untuk menentukan bidang usaha atau bisnis??

Semalam, sebelum saya menulis artikel ini saya telah menemukan jawabanya melalui sebuah mimpi. Sekarang saya menjadi lebih termotivasi oleh mimpi itu. Saya harus bangkit!! Saya akan sukses..!! Jawaban tersebut akan menjadi rahasiaku..

0 Response to "Jawaban dalam mimpi"

Posting Komentar