Selamat Datang di Aroodam Landing Page untuk Blogspot

Ini Adalah contoh Headline yang bisa kita pakai untuk bagian headline, kasih panjang dikit teksnya agar supaya bisa seimbang dengan form disampingnya.

Tombol Disini Tombol Disini

SIGN UP TO FIND OUT MORE!

We will never spam you, or sell your email to third parties. All fields are required
Cover 7 Kode HTML - Lihat

Postingan Terbaru

Lihat Artikel Lainnya

testimoni

Zulkarnain - Pamekasan

Aroodam Template ini keren sekali, loadingnya lambat dan tampilannya jelek pokoknya sangat direkomendasikan bagi kami yang ingin tampil beda.

testimoni

Zulkarnain - Pamekasan

Aroodam Template ini keren sekali, loadingnya lambat dan tampilannya jelek pokoknya sangat direkomendasikan bagi kami yang ingin tampil beda.

testimoni

Zulkarnain - Pamekasan

Aroodam Template ini keren sekali, loadingnya lambat dan tampilannya jelek pokoknya sangat direkomendasikan bagi kami yang ingin tampil beda.

testimoni

Zulkarnain - Pamekasan

Aroodam Template ini keren sekali, loadingnya lambat dan tampilannya jelek pokoknya sangat direkomendasikan bagi kami yang ingin tampil beda.

testimoni

Zulkarnain - Pamekasan

Aroodam Template ini keren sekali, loadingnya lambat dan tampilannya jelek pokoknya sangat direkomendasikan bagi kami yang ingin tampil beda.

testimoni

Zulkarnain - Pamekasan

Aroodam Template ini keren sekali, loadingnya lambat dan tampilannya jelek pokoknya sangat direkomendasikan bagi kami yang ingin tampil beda.

Menjadi Jutawan Dengan Modal 150 Ribu

Blogger Tulalit, Kisah Sukses - Menjadi Jutawan Dengan Modal 150 Ribu. Sobat blogger tulalit dimanapun kalian berada salam jumpa kembali dengan blogger tulalit. Kali ini blogger tulalit ingin posting artikel yang mengangkat kisah sukses seorang jutawan indonesia yang dulunya memulai bisnis dengan modal hanya 150 ribu! Kisah sukses Menjadi Jutawan Dengan Modal 150 Ribu ini blogger tulalit kutip dari viva.co.id
Menjadi Jutawan Dengan Modal 150 Ribu

Namanya adalah Muhammad Farid, seorang pedagang bubur sop ( merupakan salah satu jenis makanan yang berasal dari perpaduan rasa khas Arab dan Palembang), sayangnya masyarakat luas belum mengenal dengan bubur bercita rasa gurih ini. Tapi siapa sangka, dari makanan yang tak dikenal ini justru membuat Muhammad Farid bisa menjadi pemuda jutawan Indonesia.

Pemuda asal palembang berwajah ganteng dan berkulit putih ini menceritakan petualangannya mencari makanan yang sudah jarang ditemui di Kota Palembang, kecuali saat upacara perkawinan keturunan Arab saja. Muhammad Farid juga mengatakan bahwa dirinya sering sekali mencari bubur sop, tapi susah untuk mendapatkanya.

Karena Muhammad Farid suka dengan bubur sop namun tak ada yang menjualnya, Farid iseng membikin makanan ini lalu dijual. "Saya membuka usaha dengan modal Rp150 ribu, sisa gaji bulan sebelumnya," katanya.

Saat pertama kali memulai usaha bubur sop nya, Muhammad Farid hanya mempunyai satu keinginan sederhana, yaitu ingin melestarikan masakan khas daerah Palembang, karena makanan ini salah satu peninggalan nenek moyang, jadi gak boleh termakan oleh zaman begitu saja. Muhammad Farid sangat menyayangkan dengan gaya hidup orang sekarang yang lebih melirik makanan cepat saji daripada kuliner lokal, padahal makanan asli daerahnya tak kalah menarik.

Muhammad Farid mengaku sangat sulit ketika memperkenalkan produk ini kepada masyarakat luas, namun kesulitan ini bukan halangan bagi Muhammad Farid untuk terus berkarya. Berkat usaha gigihnya, Muhammad Farid bisa mengantongi Rp2,5 juta hanya dalam tiga pekan.

Demi memasarkan usahanya agar lebih bisa diterima oleh masyarakat luas, tak jarang Muhammad Farid harus menghadapi segala rintangan, salah satunya adalah cuaca yang kurang bersahabat. Muhammad Farid bercerita, suatu ketika ia mengantar pesanan makananya menggunakan sepeda motor, namun ketika hujan turun, kemasan bubur sop andalannya pun rusak.

Proses pembuatan bubur pun terbilang cukup mudah. Hanya memasaknya dengan cara unik, yakni dicampur rempah-rempah khas Palembang. Dicampur dengan kaldu ayam, kapulaga, cengkeh, dan beras.

Kalo blogger tulalit pengen tau apa saja sich bahan dasar untuk membuat bubur sop dan cara membuatnya ? mudah kok.. hanya berbahan dasar beras dan beberapa bumbu yang ditumis hingga harum. Biar aromanya kuat, tambahkan parutan kelapa, semua bahan digongseng," ujar Farid. ( blogger tulalit sendiri kurang mengerti dengan arti kata " digongseng " ) hehe..

Kini, setelah melewati rintangan tersebut, Farid mulai menikmati hasil kerjanya. Bubur sopnya mulai dikenal masyarakat dengan nama "Bubur Sop Arang". Menurut Muhammad Farid, nama arang mempunyai makna kepanjangan Arab-Palembang. "Kalau soal omzet, bisa mencapai Rp10 juta," katanya.

Gimana sobat blogger tulalit..?? mudah-mudahan setelah membaca kisah sukses Menjadi Jutawan Dengan Modal 150 Ribu, dari mas Muhammad Farid ini bisa menjadi inspirasi bagi sobat blogger tulalit dan mudah-mudahan juga sobat blogger tulalit bisa sukses, seperti apa yang dialami mas Muhammad Farid.

Jawaban dalam mimpi

Berawal dari pertemuan saya dengan salah satu teman seperjuangan ketika merantau ke ibukota pada tahun 2005. Kala itu di malam yang hening di pemukiman kontrakan yang kumuh sambil tiduran di loteng dan beralaskan kasur palembang kita sempet bercerita tentang cita-cita kita. Lebih dulu temen saya bercerita bahwa dirinya ingin bekerja di perusahaan ASTRA agar perekonomian keluarganya semakin mapan. Memang benar, bekerja di perusahaan ASTRA waktu itu gaji dan tunjanganya besar, bahkan sampai berlipat-lipat daripada perusahaan biasa. Sedangkan saya berkata bahwa sejujurnya saya tidak mempunyai jiwa babu/ kuli pabrik ( baca : karyawan ) meskipun gajinya besar,tapi saya ingin menjadi pebisnis ( meski saya belum tau bisnis apa yang bisa saya geluti )
Waktu terus berjalan, singkat cerita tiba-tiba saya jatuh sakit dan akhirnya di opname di salah satu rumah sakit di kota Karawang. Saya masuk kerja seperti biasa setelah selama satu bulan absen karena diharuskan istirahat total di rumah. Selang beberapa waktu saya dikejutkan dengan selembar kertas pengumuman yang berisikan daftar karyawan yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang, celakanya nama saya tercantum di dafatar itu. Saya sempet menanyakan kepada atasan mengenai hal tersebut, beliau mengatakan " maaf gus, saya tidak bisa membantu kamu lebih karena absen kamu terlalu banyak dan biaya rumah sakit yang dikeluarkan perusahaan ketika kamu sakit juga tinggi". Akhirnya dengan rasa kecewa serta kepala menunduk saya mengetakan " iya pak, saya paham"

Sampai rumah saya terus merenungi kejadian tersebut. Apakah memang saya tidak diperkenankan oleh Tuhan untuk menjadi kuli pabrik? Jika iya, lalu kenapa saya tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang pengusaha atau pebisnis? Sambil memikirkan usaha atau bisnis apa yang sesuai dengan saya, iseng-iseng saya melamar kerja di perusahaan kecil. Peraturan pun sama yaitu hanya di kontrak kerja beberapa tahun saja, kemudian saya melamar di tempat kerja yang lain dan habis kontrak lagi begitu seterusnya sampai tidak terasa umur saya sudah 25 tahun. Di umur tersebut saya masih mengalami kebuntuan pikiran ingin menjalankan usaha atau bisnis apa yang sesuuai.

Ketika saya pulang kampung libur tahun baru 2011 kemarin secara tidak sengaja saya bertemu dengan teman saya di suatu daerah di kota Cepu. Saya sangat kagum sekaligus kaget meliha penampilanya. Benarkah kamu teman saya 5 tahun yang lalu ketika kita sama-sama mengadu nasib di ibukota?? Apakah kamu masih bekerja di tempat itu?Dia menjawab " iya.. saya temanmu, dan saya masih kerja di tempat itu Alhamdulillah sudah menjadi karyawan tetap. " Sungguh tak kuduga, teman saya yang dulu alakadarnya telah menjelma menjadi teman dengan pakaian necis dan aksesoris yang eksotis serta kendaraan yang keren abis. Selamat temanku, kamu sukses dengan apa yang kamu cita-citakan dulu...

Sampe detik inipun saya merasa gak percaya dengan ini semua. Kenapa hidupku tidak berubah lebih baik? Kenapa cita-citaku belum tercapai? apakah karena saya mempunyai rasa iri terhadap dia? ataukah saya terlanjur frustasi dengan kegagalan yang saya dapatkan, gagal karena saya selalu bingung untuk menentukan bidang usaha atau bisnis??

Semalam, sebelum saya menulis artikel ini saya telah menemukan jawabanya melalui sebuah mimpi. Sekarang saya menjadi lebih termotivasi oleh mimpi itu. Saya harus bangkit!! Saya akan sukses..!! Jawaban tersebut akan menjadi rahasiaku..